Triplebet telah diperintahkan untuk membayar denda 739 ribu pounds oleh Gambling Commission setelah diungkap bahwa izin yang mereka miliki dicabut dikarenakan adanya pelanggaran serius terkait pendekatan anti pencucian uang yang dimiliki oleh operator.

Perusahaan yang menjalankan bursa taruhan olahraga Matchbook ini dihukum pencabutan izin di Inggris pada 18 Februari lalu menyusul peninjauan dua tahun dari bisnis yang mereka miliki.

Pada saat bersamaan, Triplebet juga menyatakan bahwa mereka telah meningatkan kepatuhan sesuai dengan respon dari peninjauan oleh otoritas.

Gambling Commission Jelaskan Pencabutan Izin Dan Hukuman Denda Kepada Triplebet

Saat ioni, Gambling Commission telah merilis alasan dari pencabutan tersebut dengan investigasi menemukan kegagaln dari kebijakan anti pencucian uang yang dimiliki oleh Triplebet, bersama dengan pengawasan hubungan bisnis dan kurangnya pemeriksaan untuk setiap anggota mereka.

Pendekatan operator untuk kewajiban sosial juga ditemukan berada di bawah standar dengan satu pemain dapat berjudi uang dalam jumlah besar lebih dari dua hari tanpa adanya interaksi dengan operator.

Satu konsumen bahkan dapat memasang taruhan lebih dari 2 juta pounds dalam satu hari tanpa adanya pemeriksaan sumber dana tersebut.

Pencabutan ini akan tetap berlaku hingga Triplebet dapat membuktikan bahwa mereka telah mengambil berbagai tindakan yang dibutuhkan dan diharuskan oleh Gambling Commission termasuk juga denda yang harus mereka bayarkan.

Sebagai respon dari hukuman ini, juru bicara Triplebet mengatakan bahwa perusahaan menyambut hasil dari peninjauan ini.

“Melalui bekerja dengan konsultan kepatuhan yang telah berpengalaman yang ditunjuk pada pertengahan tahun lalu, dan ditengah dampak dari COVID-19 untuk semua industri, kami telah mengimplementasikan semua rekomendasi mereka.

“Kami berkomitmen untuk menerapkan semua aspek yang ada pada regulasi otoritas dan kami bangga dengan semua kerja keras dari tim kami yang lakukan hingga tahap akhir ini. Kami sangat senang mengenai perluncuran ulang dari layanan kami kepada konsumen Inggris yang dimana memberitahu kami bahwa mereka menunggu kami kembali beroperasi.”