Komisi Judi Belgia (BG) menargetkan untuk menerapkan regulasi yang lebih ketat selama pandemi virus corona. Otoritas tersebut mengumumkan pembatasan taruhan terbesar adalah 500 euro yang mana akan dihitung ulang setiap minggunya. Kebijakan ini secara utama menargetkan situs judi online ketika fasilitas judi yang berbasis fisik tidak aktif.

Peraturan ini merupakan kewajiban untuk semua operator berlisensi termasuk juga para pemain.

Pemain juga memiliki keharusan untuk melakukan pembatasan yang lebih ketat secara individual sehingga mereka dapat menurunkan total dana yang tersedia dan operator diharuskan untuk melakukan penyesuaian secepat mungkin. Pada waktu yang sama, pemain memiliki hak untuk mengembalikan batasan secara mingguan dalam waktu tiga hari dari pengurangan.

Otoritas Judi Belgia Tetapkan Batasan Pemasangan Taruhan Perminggu

Komisi juga meminta pemain untuk tetap berhati-hati dan memberikan informasi kepada otoritas jika ada operator dengan izin resmi yang menolak mematuhi peraturan tersebut. Sebagai perlindungan kepada para pemain, setiap uang yang dihabiskan diatas 500 euro akan dikembalikan kepada para pemain dan operator yang taat akan disanksi oleh BGC.

Regulasi ini segera berlaku setelah Magali Clavie ditunjuk menjadi Ketua yang baru dari BGC menggantikan Etienne Marique pada 6 April lalu. Clavie sendiri merupakan mantan Ketua dari Dewan Tinggi Kehakiman.

BGC juga menyuarakan kepada orang-orang potensi dari dampak judi yang dapat terjadi ketika Belgia tengah melakukan lockdown. “Judi tidaklah pernah menjadi solusi untuk setiap masalah, untuk situasi saat ini kita akan melihat banyak orang yang menghabiskan banyak waktu di internet terutama situs permainan,” kata Komisi tersebut pada pernyataan resmi nya. “Sebagai tambahan, banyak orang kehilangan kendali sosial karena sendirian di rumah.