Penjudi online di Singapura mendapatkan keringangan hukuman penjara untuk bermain dan memasang taruhan di situs yang tidak memiliki izin untuk beroperasi oleh pemerintah Singapura.

Media lokal melaporkan bahwa pengadilan tinggi Singapura memutuskan pada bulan lalu untuk mencabut hukuman penjara dua minggu terhadap Lau Jian Bang yang mana terbukti untuk dua kasus judi ilegal dengan situs judi online skala internasional yang tidak memiliki izin dari pemerintah Singapura.

Bermain di situs yang tidak memiliki izin merupakan perbuatan melanggar hukum menurut Remote Gaming Act pada tahun 2015. Pada tahun tersebut, perusahaan milik negara yaitu Singapore Pools dan Singapore Turf Club secara resmi mendapatkan pengecualian dari RGA dan akhirnya kedua operator tersebut merilis situs mereka masing-masing pada 2016. Saat ini operasi dari situs Singapore Turf Club telah diambil alih Singapore Pools yang juga menjalankan permainan togel Singapura online dan lotere.

Penjudi Asal Singapura Mendapatkan Pengampungan Dari Hukuman Penjara Menjadi Denda

Secara total Lau memasang 13 taruhan dengan total taruhan mencapai 39 ribu dollar Singapura pada situs yang tidak diungkapkan untuk lebih dari dua hari pada Oktober 2016. Lau lalu memasang lagi taruhan dengan total taruhan mencapai 50 ribu dollar Singapura. Ia lalu ditemukan bersalah dan diperintahkan untuk menjalani hukuman penjara dua minggu untuk setiap tuduhan dengan hukuman akan dilakukan secara bersamaan.

Lau lalu melakukan banding terhadap hukumannya tersebut berdasarkan pada kepercayaannya bahwa hukuman yang ia terima dianggap berlebihan karena terdapat hukuman denda dan layanan komunitas yang dianggap lebih pantas. Kuasa hukum Lau berpendapatan bahwa dirinya adalah seorang pengguna akhir dan persetujuan dari pemerintah Singapura untuk dua situs yang dijalankan oleh operator milik negara mengindikasi bahwa judi online bukanlah kejahatan yang sangat buruk seperti yang disampaikan oleh jaksa.

Hakim Aedit Abdulla memerintahkan bahwa Lau harus mendapatkan pengampunan terkait waktu hukuman penjara dan lebih baik diharuskan untuk membayar denda maksimum seebsar 5 ribu dollar AS untuk setiap tuntutan yang ia terima. Aedit mengatakan pada pandangannya bahwa dampak dari pelanggaran terhadap RGA tidaklah cukup untuk menarik hukuman penjara untuk para pelanggar yang baru pertama kali melanggar hukum.

Aedit mengizinkan pelanggaran yang berulang membutuhkan hukuman yang lebih berat tetapi menyarankan pengadilan untuk memulai dengan denda 1 ribu dollar Singapura untuk pelanggaran pertama dengan penalti yang dinaikan berdasarkan pada besaran taruhan yang dilakukan untuk memastikan bahwa denda yang diberikan dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar.

Aedit juga menolak argumen dari pembela bahwa hukuman penjara akan cocok diberikan jika taruhan yang dipasang Lau jauh melewati batas maksimal denda. Aedit mengatakan bahwa hal tersebut tergantung pada Parlemen apakah menaikan denda maksimum atau hanya menggandakan denda yang ada saat ini dengan petunjuk dan edukasi untuk judi yang lebih bertanggung jawab.