Betsson akan mengajukan banding untuk denda sebesar 2,2 juta dollar AS yang dijatuhkan oleh otoritas judi Swedia, Swedish Gambling Authority (SGA) untuk anak usaha dari Betsson di Swedia, Betsson Nordic.

Menurut regulator, Betsson Nordic telah melanggar peraturan bab 11, bagian 2 dari Undang-undang Judi Swedia dengan menjual permainan melalui agen yang tidak terdaftar dan mengizinkan konsumen untuk mendanai akun mereka melalui voucer retail.

Sebagai tambahan, SGA menemukan bahwa kartu Mastercard dengan merek Betsson telah menawarkan pemain bonus ilegal yang dimana tidak terbatas unutk hanya permainan pertama.

Betsson Akan Mengajukan Banding Atas Denda SGA Sebesar 2,2 Juta Dollar AS

Voucer dan Mastercard ini diluncurkan pada Maret 2019 melalui jaringan toko serba ada Pressbyran dan 7-Eleven.

Denda 2,2 juta dollar AS yang ditentukan oleh Swedish Gamling Authority berdasarkan pada jumlah pelanggaran dan fakta bahwa pelanggaran ini telah berlangsung antara 6 dan 12 bulan lamanya.

Pada pernyataan resminya, Betsson mengatakan bahwa denda ini merupakan sebuah kejuatan bagi mereka dan mengonfirmasi bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan dari SGA ini.

Operator berpendapatan bahwa tindakan mereka telah sesuai dengan Undang-Undang Judi Swedia dan Betsson Nordic tidaklah menawarkan insentif komersial apapun yang terkait dengan Betsson Mastercard.

Selain Betsson, Bethard Group juga mendapatkan denda dari SGA sebesar 40 ribu dollar AS setelah terbukti mengizinkan taruhan pada pertandingan sepakbola dibawah usia 18 tahun.

Operator menawarkan taruhan untuk dua pertandingan sepakbola U-19 dengan mayoritas pemain berada di bawah usia 18 tahun.

Setelah pelanggaran asli pada Juni 2019, Gaming Inspection mengeluarkan denda sebesar 200 ribu dollar AS tetapi diubah oleh pengadilan administasi setelah banding.